Mengembangkan Kreasi dan Kreativitas Dengan Tanah Liat

Mengembangkan Kreasi dan Kreativitas Dengan Tanah Liat

Mengembangkan Kreasi dan Kreativitas Dengan Tanah Liat

Yuk, Buat 8 Rekomendasi Kerajinan Tangan dari Tanah Liat

Mengembangkan Kreasi dan Kreativitas Dengan Tanah Liat – Mempunyai karya yang cukup unik dan kreatif merupakan keinginan banyak orang. Apalagi barang tersebut adalh kerajinan tangan yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri atau bahkan sampai memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satu kerajinan tangan yang dapat dipelajari dengan mudah adalah tanah liat. Dengan tekstur yang lembut dan lunak menjadikannya mudah untuk dibentuk. Terlebih dengan beberapa teknik khusus, tanah liat dapat menjadi benda atau kerajinan tangan yang memiliki estetika (keindahan) yang cukup unik.

Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam mengkreasikan tanah liat menjadi bentuk lucu, unik dan indah, termasuk prosesnya juga yang membutuhkan waktu cukup lama. Untuk itu berkreasi dengan tanah liat bagi anak juga dapat memperkuat fungsi kognitif, karena ketika membentuknya, mereka akan menghadapi masalah yang harus diselesaikan. Kegiatan berkreasi dengan tanah liat baik yang dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa membutuhkan persiapan seluruh bahan dan peralatan untuk mempermudah pengerjaannya. Panduan dari seorang atau tim instruktur juga diperlukan agar kegiatan dapat lebih terarah dan hasilnya bisa menjadi karya yang baik.

1. Teknik Pinching atau pijat tekan.

Merupakan teknik pembentukan badan keramik secara manual dan sederhana karena hanya menggunakan kelihaian jari tangan untuk membentuk tanah liat sesuai dengan keinginan. Teknik ini sering digunakan bagi pemula dengan mengambil contoh bentuk mangkuk atau bentuk organis yang tak beraturan. Fungsi pemijatan adalah untuk mengarahkan bentuk pada benda yang akan dibuat serta meratakan ketebalan benda secara menyeluruh. Hasil jejak pijatan akan bisa ditampilkan dari tekanan ibu jari dan telunjuk tangan. Biasanya benda yang dihasilkan dari teknik ini berukuran relatif kecil hingga sedang. Anak-anak yang sering menggunakan teknik tersebut adalah usia pra sekolah yang masih memiliki imajinasi bebas untuk berkreasi.

2. Teknik Pilin atau Coilling

Teknik pilin adalah cara membentuk tanah liat dengan memilin. Segumpal tanah liat dibentuk pilinan dengan kedua talapak tangan dengan ukuran atau panjang sesuai kebutuhan. Selanjutnya pilinan tanah liat disusun menjadi bentuk yang diinginkan. Setiap susunan diberi tambahan air agar dapat merekat satu sama lain.

3. Teknik Membutsir

Dilakukan dengan menggunakan alat untuk mencungkil atau menoreh. Teknik ini dilakukan guna memahat atau membentuk detail dari desain yang telah dibuat . Pada teknik ini kreativitas peserta diperlukan agar dapat menghasilkan karya yang baik.

4. Teknik Putar

Teknik berkreasi dengan tanah liat ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut meja putar sebagai salah satu bagian dari rangkaian tahap pembuatan keramik. Meja putar terbuat dari kayu dengan permukaan berbentuk lingkaran. Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan hasil pengerjaan keramik diatas meja putar tersebut dan memutarnya menggunakan tangan. Dengan teknik tersebut banyak bentuk simetris (bulat, silindris) dan bervariasi yang dapat dihasilkan, seperti gentong, guci, vas bunga, dll. Para pengrajin di sentra-sentra keramik sering menggunakan cara ini untuk menghasilkan karya bernilai ekonomis dan seni yang tinggi. Pengrajin keramik tradisional menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel).

Ada kepuasan tersendiri jika membuat sesuatu yang merupakan hasil tangan  dan kreativitas sendiri. Media tanah liat menjadi sarana untuk belajar hal yang baru bagi anak-anak, sekaligus mengenalkan manfaat sumber alam. Sementara untuk orang dewasa, berkreasi tanah liat yang menghasilkan gerabah atau keramik, bisa menghasilkan karya seni  yang bernilai tinggi.

 

Comments are closed.