Tidak Harus Kuliah Seni, Ini Asyiknya Jadi Seniman Profesional

Tidak Harus Kuliah Seni, Ini Asyiknya Jadi Seniman Profesional

Tidak Harus Kuliah Seni, Ini Asyiknya Jadi Seniman Profesional 

Asyiknya Jadi Seniman ProfesionalKreativitas generasi muda semakin beragam saja. Salah satunya adalah seni menggambar tren yang sedang berkembang dan sedang tren. Seni menggambar seperti  doodle, huruf dekoratif,  hingga  karakter komik, tidak hanya menarik sebagai hobi. Semuanya memiliki peluang ekonomi yang kreatif dan peluang untuk digeluti profesional. 

Bertempat di Ciputra Artpreneur, Tombow yang merupakan  merek perlengkapan alat tulis dari Jepang, mengundang tiga seniman profesional untuk mengumpulkan kisah dan tipsnya dalam dunia menggambar. 

1. Ternyata, dua dari tiga seniman tersebut tidak memiliki latar belakang dalam dunia seni lho! 

Ketika ingin menggeluti profesi yang diimpikan, biasanya kita akan mengambil jurusan di kampus sesuai minat yang dimiliki. Namun, hal ini tidak berlaku untuk para seniman profesional seperti Eko, Jerome, dan Asrika. 

“Saya itu, mulai gak yang dikeluarkan dengan dunia seni. Saya kuliahnya Jurusan Matematika. Waktu kecil, saya ada yang menarik dengan bentuk-bentuk huruf yang unik. Pas SMA, saya mulai tertarik dengan grafiti karena susah untuk ditiru sama orang lain, ”ucap Eko.

Karena tertarik itu, terbukalah peluang memulai bisnis dengan membuka jasa desain kaos. Eko pun merasa itu adalah  gairah -nya. Sampai akhirnya, pada tahun 2014, Eko mengenal dunia  huruf warna

2. Hanya bermodalkan media sosial saja, bisa membuat Eko dan Jerome menjadi seniman profesional lho! 

“Sungguh gak sengaja. Awalnya, hanya hobi yang dilakukan terus-menerus dan terus-menerus dibuat. Seperti mendesain logo, bikin mural, atau mengajar seperti  workshop  ini, “ucap Eko. Menurut seniman huruf ini, belajar dengan tekun adalah hal yang penting untuk menghasilkan karya seni 

Oleh karena itu, Eko mengunggah hasil karyanya di akun sosial medianya. Selamat pun berbuah manis. Akhirnya, ia menfokuskan keahliannya sebagai ladang mata pencaharian. 

#Hal yang awalnya tidak terpikir berubah menjadi jalan sukses

3. Asrika menantang dirinya sendiri untuk menggambar dalam kurun waktu 22 hari. Tidak disangka-sangka, hasilnya berbuah manis

Berawal dari keisengannya saat mengisi waktu luang semasa liburan kuliah, Asri berani percaya untuk menghasilkan satu gambar per hari.“Aelama 22 hari gambar  doodle, hasil  aku  unggah  di Instagram. Sampailah ada teman yang memberi komentar untuk memesan  doodle art yang aku bikin, ”tutur dia. 

Asri sempat berpikir untuk membuka  pre-order  bagi peminat  doodle art  buatannya. Ia pun berinovasi dengan menggunakan media kaos sebagai kanvas untuk membuat  seni doodle.  Karena peminatnya yang sedikit, akhirnya usaha pun berkembang dan menjadi  seniman orat-oret

4. Tidak hanya sebagai seni menggambar saja,  seni doodle juga bisa menjadi alternatif untuk terapi 

Selama ini,   seni doodle  lebih dikenal sebagai seni menggambar saja. Namun, ada hal positif yang bisa kita peroleh dari mendapatkan kompilasi. Hal itu adalah  terapi seni . Menurut Asrika, proses membuat  seni doodle  bisa membuat diri kita menjadi lebih fokus.

“Dengan banyaknya warna, kita bisa lebih rileks. Dari situlah, fungsinya menggambarkan dan bisa menjadi  seni terapi.  Sampai kita terlepas dari stres, ”katanya.

Comments are closed.