Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi

Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi

Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi

Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi – Museum seni terkenal di Eropa akan buka lagi setelah tutup sejak bulan Maret lantaran pandemi. Namun semuanya tidak akan sama seperti dulu. Museum dan galeri sekarang harus membatasi jumlah pengunjung, memperketat prosedur pembersihan dan menekankan pada penjualan tiket daring jauh sebelum waktu kunjungan.

Sekalipun jumlah ini kecil, Direktur museum Taco Dibbits tetap gembira mengingat berminggu-minggu mereka terpaksa tutup.Beberapa galeri besar di Eropa juga memutuskan untuk buka lagi pada bulan Juni, setidaknya sedikit demi sedikit.

Biasanya, pada waktu-waktu seperti ini, Rijksmuseum di Amsterdam yang terkenal ke seluruh dunia itu akan menerima 12.000 pengunjung setiap hari. Mulai minggu ini, pengunjung akan dibatasi 2.000 per hari.

Museum Van Gogh di Amsterdam dan Rembrandt House buka lagi minggu ini.

Kata Dibbits, keputusan museum-museum untuk buka merupakan kebijakan pemerintah. “Menurut saya, ini adalah waktu yang tepat memberi kembali museum-museum ini kepada warga Belanda. Rijksmuseum bukan dengan jam seperti biasa, sekalipun saya sadar saat ini belum banyak turis.

“Kasusnya berbeda-beda. Tidak hanya di Belanda dan kita harus bisa menemukan cara sendiri untuk menyediakan pengalaman yang aman bagi pengunjung. Menurut saya, semua museum bakal berkeras memaksa pengunjung membeli tiket terlebih dulu. Dan berpegang pada jatah waktu yang diberikan kepada mereka.”

“Di dalam museum, Anda tetap bisa berkeliaran bebas dan kami sengaja memberi ruang hanya kepada 20% dari kapasitas biasanya. Maka Anda tetap bisa menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain. Kami ingin membuat pengalaman di museum senormal mungkin.” Beberapa tempat lain yang juga buka minggu ini adalah Guggenheim Bilbao di Spanyol utara yang dirancang oleh Frank Gehry.

Mereka tutup sejak pertengahan Maret.

Awalnya mereka hanya akan buka mulai jam 2 siang, tetapi sedang berkordinasi dengan Fine Arts Museum yang akan buka sementara Guggenheim tutup.

Sementara itu museum yang masih terhubung dengan Guggenheim tapi lebih kecil, Peggy Guggenheim Collection di Venesia, juga buka mulai minggu ini. Di Roma, Sistine Chapel, yang langit-langitnya dilukis oleh Michelangelo dari 1508, akan dibuka kembali untuk umum.

Namun pengunjung diharuskan memakai masker dan suhu badan mereka akan diukur ketika masuk ke museum Vatikan. Pihak berwenang Vatikan mengatakan akan ada petugas kesehatan yang bersiap membantu. Salah satu galeri seni modern paling anggun di Eropa, Louisiana Museum yang terletak di pantai, satu jam dari Kopenhagen, Denmark, juga akan dibuka kembali hari Jumat.

Museum ini diperindah oleh taman patung, serta berbagai pameran di dalam. Dan dibuka kembali minggu lalu oleh Perdana Menteri Mette Frederiksen. Sebagaimana halnya semua museum yang buka kembali minggu ini, mereka juga meminta orang memesan tiket secara daring. Jan Hybertz Goricke dari museum ini mengatakan jumlah pengunjung biasanya sekitar 2.500 orang.

“Kami mencoba untuk mendatangkan pengunjung, bahkan kalau mereka belum pesan tiket. Menurut kami, semua museum yang buka kembali minggu ini akan mencoba menjamin agar pengunjung mendapat pengalaman terbaik.” Museum Louvre di Paris tetap tutup dan dijadwalkan buka kembali tanggal 6 Juli. Louvre Lens di Prancis timur, mulai buka lagi minggu ini.

Semua ini masih sementara. Apabila Covid-19 meningkat lagi, kemungkinan pembukaan kembali museum-museum ini ditunda. Di banyak tempat, masih sulit bahkan mustahil mengunjungi museum ini tanpa memesan tiket terlebih dulu beberapa bulan sebelumnya. Namun setidaknya minggu ini galeri dan museum di beberapa negara Eropa sudah bisa merayakan sesuatu.

Comments are closed.