Sastrawan Putus Sekolah Pencipta Ratusan Karya

Sastrawan Putus Sekolah Pencipta Ratusan Karya

Sastrawan Putus Sekolah Pencipta Ratusan Karya

Sastrawan Putus Sekolah Pencipta Ratusan Karya – Dunia sastra berduka. Setelah kepergian Sapardi Djoko Damono, budayawan senior Ajip Rosidi meninggal di usia 82 tahun.

Sastrawan yang juga suami aktris senior Nani Wijaya meninggal di Rumah Sakit Tidar Magelang pada 29 Juli 2020 pukul 22.30 WIB.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, pada pukul 11.00 WIB, hari ini.

Sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi meninggal dunia di usia 82 tahun pada Rabu, meninggalkan jejak ratusan karya yang abadi.

Jejak tersebut sudah dimulai sejak Ajip masih kecil, tepatnya ketika masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Rakyat. Kala itu, Ajip masih 12 tahun, tapi tulisannya sudah dimuat di ruang anak-anak harian Indonesia Raya.

Masuk sekolah menengah pertama, Ajip mulai menekuni dunia penulisan dan menjadi editor serta pemimpin majalah Suluh Pelajar (1953-1955).

Setelah itu, ia merantau ke Jakarta dan bersekolah di Taman Madya, Taman Siswa. Namun, Ajip tak merampungkan pendidikan tersebut.

Meski demikian, berdasarkan biografi yang diterbitkan Yayasan Lontar, Ajip tetap meyakini bahwa suatu saat ia bisa mengajar sebagai dosen di Indonesia.

Ajip terus menekuni bidang sastra dengan menulis karya kreatif dalam bahasa Indonesia. Bukunya yang pertama, Tahun-tahun Kematian, terbit ketika berusia 17 tahun.

Ia kemudian juga merilis kumpulan sajak, cerita pendek, roman, drama, esai, kritik, serta hasil penelitian, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda.

Ajip kerap menelaah dan mengomentari sastra, bahasa, dan budaya, baik melalui artikel, buku, atau makalah dalam berbagai pertemuan di tingkat regional hingga internasional.

Ia juga banyak menelusuri jejak dan tonggak alur sejarah sastra Indonesia dan Sunda, hingga berbagi pandangan soal masalah sosial dan politik. Selain itu, dia juga menulis biografi seniman dan tokoh politik.

Menurut penelitian Dr. Ulrich Kratz (1988), dilansir dari laman penerbit KPG, Ajip merupakan pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif, dengan 326 judul karya dimuat dalam 22 majalah, terhitung hingga 1983.

Banyak karya-karya Ajip yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perancis, Kroasia, serta Rusia.

Dengan rekam jejaknya, Ajip dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Mingguan Sunda, lalu Majalah kebudayaan Budaya Jaya (1968-1979), dan Pustaka Jaya (1971). Dia pun sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1972-1981).

Beres memimpin DKJ, Ajip berangkat ke Jepang untuk menjadi guru besar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku atau Universitas Bahasa Asing Osaka, mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku dan Tenri Daignku.

Sepulangnya ke Indonesia pada 1989, ia secara pribadi menggagas pemberian penghargaan Hadiah Sastera Rancagé setiap tahun. Tradisi itu kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikannya.

Pada 31 Januari 2011, bertepatan dengan ulang tahunnya ke-71, Ajip dianugerahi gelar doktor honoris causa bidang Ilmu Budaya dari Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.

Selama masa pensiun hingga akhir hayatnya,Ajip menetap di desa Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Ia dilaporkan masih aktif mengelola beberapa lembaga nonprofit, seperti Yayasan Kebudayaan Rancagé dan Pusat Studi Sunda.

Ajip menikah dengan aktris Nani Widjaja pada 2017, setelah keduanya ditinggal pergi pasangan masing-masing.

Keduanya sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama. Sang sastrawan merupakan kawan baik mantan suami Nani, sutradara Misbach Yusa Biran.

Misbach meninggal pada 2012 dan istri Ajip, Fatimah Wirjadibrata, mengembuskan napas terakhir dua tahun setelahnya.

Ajip dan Nani kemudian bertemu kembali akhir 2016 lalu. Keduanya kembali berkawan akrab dan menemukan kecocokan.

Sastrawan itu kemudian dilaporkan sakit sejak sepekan lalu setelah terjatuh di rumah anaknya di Pabelan, Magelang. Akibat insiden itu, Ajip mengalami pendarahan di otak dan harus menjalani operasi.

Namun kemudian, Ajip berpulang saat menjalani perawatan pascaoperasi, meninggalkan Nani dan keenam anaknya.

Comments are closed.