Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts

Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts

Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts

Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts – Seni bela diri campuran atau lebih di kenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) adalah olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan.

Di dalam MMA, masing-masing praktisi di dorong untuk mengkombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan. Sejak zaman Yunani Kuno, konsep pertarungan yang serupa dengan MMA telah di praktikkan. Pada era modern, kepopuleran MMA melejit ketika berbagai organisasi dan ajang promosi MMA global mulai bermunculan di seluruh dunia.

Sejumlah anak yatim piatu di kawasan Chengdu, Tiongkok, direkrut oleh pengelola klub bela diri martial arts. Mereka di latih untuk menjadi petarung profesional. Para pejabat dinas pendidikan pun memutuskan untuk membawa open card idn apk mereka kembali ke sekolah.

Jumlah anaknya cukup besar.

Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts

Persoalan ini mencuat ketika ada sebuah video viral yang menunjukkan dua orang anak laki-laki berusia 14 tahun yang bertarung untuk kebutuhan iklan. Rupanya keduanya berasal dari keluarga miskin di Tiongkok.

South China Morning Post mengutip pejabat dinas pendidikan Tiongkok yang menjemput dua orang anak yatim piatu di klub martial arts tersebut. “Anak-anak di bawah umur akan di bawa kembali ke Liangshan dan kami akan mengupayakan mereka agar kembali ke sekolah,” ujarnya.

Jumlah anak-anak yang berakhir di klub martial arts tak sedikit. Berdasarkan laporan media lokal, ada sekitar 400 yatim piatu atau yang di tinggalkan orangtuanya yang di bawa oleh beberapa klub berbeda.

Ada kekhawatiran eksploitasi.

Anak-anak Yatim Piatu Dijadikan Petarung Martial Arts

Pihak sekolah sendiri mengaku bahwa kekhawatiran itu juga mereka rasakan. Misalnya, sekolah meminta dinas pendidikan untuk mengidentifikasi kemungkinan ada siswa mereka yang ikut dalam klub martial arts itu.

Dinas pendidikan mengkhawatirkan anak-anak itu di jadikan alat untuk memperoleh keuntungan semata. Sementara salah seorang pendiri klub martial arts justru mengaku bahwa ia mengajak anak-anak untuk bergabung bukan untuk uang, melainkan agar mereka tak terjerumus ke dalam kriminalitas.

Comments are closed.