Pertama di Indonesia, Barongsai Beratraksi di Atas Air

Pertama di Indonesia, Barongsai Beratraksi di Atas Air

Pertama di Indonesia, Barongsai Beratraksi di Atas Air

Pertama di Indonesia, Barongsai Beratraksi di Atas Air – kalau pada umumnya tarian barongsai dimainkan di pelataran klenteng atau di tanah lapang, kali ini barongsai dimainkan di atas air.

Tarian lincah barongsai biasa mencuri perhatian dalam perayaan Imlek di Purbalingga. Pertunjukan semacam ini, diklaim baru pertama kali di Indonesia.

Dan yang beruntung menyaksikannya ialah pengunjung Owabong Waterpark di Purbalingga.

Pertunjukan tari barongsai di kolam renang bukan tanpa makna. Manajemen Owabong menyuguhkan khasanah tradisi Tionghoa ke tengah-tengah 8 ribu pengunjungnya dalam rangka turut memeriahkan tahun baru Imlek.

“Ini bagian dari ikhtiar kami memeriahkan Imlek, dan pertunjukkan barongsai di atas air adalah cara kami mengucapkan gong xi fat cai untuk saudara setanah air kami yang merayakan,” kata Tonang Bangun Widiantoro, manajer Owabong.

Pertunjukkan barongsai akan dimainkan tiga kali dalam sehari, yaitu pada pukul 10.00 WIB, pukul 13.00 WIB, dan pukul 15.00 WIB. Barongsai akan tampil selama dua hari, mulai dari Sabtu dan Minggu.

“Kami menargetkan 10 ribu pengunjung per hari pada akhir pekan ini. Biasanya akhir pekan target hanya 8 ribu, karena itu kami hadirkan hiburan tematis,” kata dia.

 Simbol budaya Tionghoa yang menjadi milik bersama

Tan Vera (46) warga keturunan Tionghoa asal Yogyakarta yang tengah berlibur ke Owabong mengaku sangat terhibur. Ia mengaku senang budaya khas Tionghoa kini dimainkan orang Jawa.

“Ini menunjukkan Barongsai menjadi milik bersama, karena biasanya dimainkan orang Tionghoa nah ini dimainkan orang Jawa semua. Tapi bagus, bagus sekali,” ujar Vera.

Sementara Titin Sumarni (43) warga Purbalingga mengaku cemas saat menonton pertunjukkan barongsai. Ia khawatir para pemainnya jatuh saat bermain di air.

“Saya malah deg-degan, takut jatuh. Tapi tadi menarik banget, terlihat meriah,” kata dia yang datang bersama keluarganya.

Kekhawatiran Titin juga dirasakan para penari barongsai. Adi Sucipto (26), penari barongsai dari perkumpulan Putra Mandiri yang tampil mengaku tertantang ketika mendapat tawaran bermain di air.

Ia dan rekan-rekannya yang lain berlatih selama dua minggu setiap hari. Ia mengaku baru pertama kali tampil di air.

Adi dan kawan-kawannya mengisi berbagai event hajatan, baik pernikahan, sunatan, ataupun perayaan hari besar. Lama-kelamaan Putra Mandiri semakin populer dan dipakai di berbagai acara di Purbalingga dan sekitarnya

Comments are closed.