Menikmati Karya Seni Unik di Museum Guggenheim

Menikmati Karya Seni Unik di Museum Guggenheim

Terbang ke Bilbao, Menikmati Karya Seni Unik di Museum Guggenheim

Menikmati Karya Seni Unik di Museum Guggenheim – Jika pergi ke Jepang, tak hanya harus pergi ke Tokyo saja ya. Banyak sekali kota di prefektur yang tersebar di Jepang yang memiliki beragam tempat wisata yang unik dan menyenankan. Salah satu kota yang wajib Anda kunjungi adalah Roppongi yang merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat Jepang yang elit dan kelas atas.

Museum Guggenheim di Bilbao adalah salah satu pelopor Daftar Live22 museum dengan karya seni modern di dunia. Terletak di bagian utara Spanyol, museum ini memamerkan karya milik seniman-seniman luar biasa di abad 20 dan 21. Guggenheim kembali ramai ketika Dan Brown merilis novel Origin pada tahun 2017. Dalam novel tersebut, Dan Brown memilih museum modern ini sebagai latar tempat utama.

Penasaran apa saja karya seni modern yang paling unik dan terkenal di museum Guggenheim? Berikut 10 karya seni pilihan yang paling bersejarah di Guggenheim.

“The Renowned Orders Of The Night” karya Anselm Kiefer

Anselm Kiefer lahir di Jerman tepat sebelum perang dunia ke 2 berakhir. Karya-karyanya selalu berisi tentang keadaan peperangan dan perkembangan masa-masa fasisme.

“The Renowed Orders Of The Night” adalah salah satu karya yang merepresentasikan kondisi dirinya yang merasa tertekan dan membayangkan keindahan langit berbintang tanpa ada genderang peperangan.

“The Matter of Time” karya Richard Serra

Dibangun pada tahun 1994 dan 2005, delapan sculpture besi ini dibuat dari baja-baja bekas yang diolah kembali dan memamerkan perkembangan ide dan kemampuan Richard Serra dari waktu ke waktu.

Mulai dari lengkungan elips sederhana hingga spiral kompleks dan bentuk bola sempurna. Karya seni ini ditampilkan di sepanjang koridor sempit di dalam museum. Pengunjung dapat meluangkan waktu mereka melewati dan mengamati masing-masing sculpture yang ada.

“Maman” karya Louise Bourgeois

Maman adalah salah satu karya paling ikonik di Guggenheim. Karya seni ini berada tepat di luar museum dan berukuran sembilan meter menjulang ke atas. Laba-laba raksasa yang terbuat dari perunggu, marmer, dan baja tahan karat ini dibuat pada tahun 1999 dan merupakan salah satu proyek paling ambisius Louise Bourgeois.

Maman dibuat sebagai penghormatan kepada para ibu terutama ibunya sendiri, yang merupakan seorang penenun. Hal ini terlihat pada sifat pelindung ibu yaitu saat laba-laba mencoba melindungi kantung telur yang menempel di perutnya.

“Large Blue Anthropometry [Ant 105]” karya Yves Klein

Dibuat pada tahun 1960 oleh Yves Klein, seorang seniman postmodern. Karya dengan skala besar ini dibuat dari pigmen dan resin sintetis di atas kertas dan dipasang di atas kanvas.

Klein dikenal menggunakan rol sebagai pengganti kuas dan juga menggunakan model telanjang untuk membuat tanda di atas kertas untuk menunjukkan tubuh yang sedang bergerak.

“Seascape” karya Gerhard Richter

Sejak tahun 1968 hingga 1970, seorang seniman bernama Gerhard Richter menggunakan banyak hasil jepretannya sendiri sebagai dasar lukisan representasionalnya. Dia mulai menekuni lagi metode dan tema ini pada tahun 1975, kemudian pada tahun 1998, dia membuat lukisan “Seascape” di atas kanvas dengan cat minyak, berdasarkan gambar yang dia ambil di pulau Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol.

“Untitled” karya Mark Rothko

Sebelum menjadi koleksi museum Guggenheim, “Untitled” pertama kali dipamerkan di Art Institute of Chicago. Lukisan ini dibuat oleh Mark Rothko sekitar pada tahun 1952 sampai 1953 dengan aksen warna terang yang bertabrakan khas karakter karya seni buatan Rothko.

Mark Rothko adalah seniman asal Amerika yang menjadi ikon besar di New York School. Kebanyakan karya seni milik Rothko bersifat abstrak dengan upaya menarik audience untuk mengungkapkan emosi jiwanya.

“Nine Discourses On Commodus” karya Cy Twombly

“Nine Discourses on Commodus” merupakan karya seni milik seorang seniman asal Amerika Serikat Cy Twombly. Lukisan ini terinspirasi dari kejadian pembunuhan brutal yang terjadi pada kaisar Romawi Aurelius Commodus.

Dengan karakter Twobly yaitu goresan grafiti yang khas, suasana lukisan-lukisan ini tersusun untuk menggambarkan ketenangan jiwa hingga kepedihan mendalam yang digambarkan seperti darah dan api.

“Barge” karya Robert Rauschenberg

Karya Robert Rauschenberg ini dibuat menggunakan minyak dan metode cetak saring di atas kanvas, menggunakan gambar fotografis yang ia ambil sendiri, serta gambar dari sumber media populer.

Dibuat dari tahun 1962-63, Rauschenberg dipengaruhi oleh Andy Warhol yang saat itu belum terlalu populer, dengan menggunakan metode cetak saring dan menyalin gambar ke dalamnya seperti koran, peta, iklan majalah, dan komik.

“How Profound Is The Air” karya Eduardo Chillida

Patung unik ini dibuat pada tahun 1996 oleh Eduardo Chillida, ia adalah salah satu seniman paling penting di Basque pada abad ke-20. Patung ini dibuat menggunakan pualam.

Awalnya, Chillida adalah seorang arsitek yang tertarik akan dunia seni lukis. Hingga pada akhir pencariannya ia memutuskan untuk mendalami seni pahat.  Banyak pahatannya mengeksplorasi bentuk dan ruang. Sementara yang lain mewakili tradisi Basque di bidang pertanian, arsitektur, dan industri.

“Puppy” karya Jeff Koons

Terletak tepat di luar museum, Puppy yang berukuran raksasa ini dibuat oleh seniman Jeff Koons dan dibuat pada tahun 1992. Terbuat dari baja tahan karat, representasi anjing terrier West Highland yang sangat besar ini dilapisi dengan tanaman rambat dan bunga.

Selama proses tersebut, Koons menggunakan teknik pemodelan dengan teknologi  yang canggih untuk menciptakan sebuah karya yang mereferensikan taman formal Eropa abad ke-18, serta menggabungkan dua elemen yang membuat orang bahagia – anak anjing dan bunga.

Comments are closed.