Website DPR Kini Sudah Normal Setelah Sempat Diretas Hacker

Website DPR Kini Sudah Normal Setelah Sempat Diretas Hacker

Website DPR Kini Sudah Normal Setelah Sempat Diretas Hacker

Website DPR Kini Sudah Normal Setelah Sempat Diretas Hacker – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, umumnya disebut Dewan Perwakilan Rakyat adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum.

Situs resmi milik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di dpr.go.id yang sempat diretas oleh hacker, kini sudah kembali normal. Saat IDN Times mencoba membuka website tersebut pada pukul 11.40 WIB, laman situs resmi milik DPR tersebut sudah bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Latar belakang kompleks Gedung Parlemen terlihat dalam situs itu ketika pertama kali dibuka. Sejumlah pemberitaan terkait kerja-kerja anggota dewan, termasuk Undang-undang Cipta Kerja yang baru disahkan lalu masih ramai menghiasi isi situsweb Download IDN Poker Mobile tersebut.

1. Peretas sempat mengganti nama DPR menjadi Dewan Pengkhianat Rakyat

Sebelumnya dikabarkan, situs dpr.go.id diretas oleh hacker. Saat situs dibuka, muncul tulisan ‘An error occurred while processing your request’ yang artinya terjadi error saat pemrosesan permintaan akses.

Bahkan dikabarkan, nama Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia sempat diubah menjadi ‘Dewan Pengkhianat Rakyat Republik Indonesia’ oleh para hacker pada laman website resmi DPR tersebut.

2. Kemarin, warganet mencoba menjual gedung DPR lewat e-commerce

Sempat Diretas Hacker, Website DPR Kini Sudah Normal 

Gelombang serangan melalui media digital kepada DPR mulai digulirkan warganet sejak anggota dewan meresmikan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Tak hanya situs yang diretas, Gedung DPR juga menjadi sasaran aksi kegeraman mereka. Banyak warganet yang kemudian mengambil foto Gedung DPR dari berbagai sumber, lalu mengunggahnya di e-commerce dengan harga yang sangat murah, bahkan tergolong tidak masuk akal.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan, pihaknya tidak mau ambil pusing menanggapi lelucon dari warganet tersebut.

“Ya gak apa-apa lah, joke-joke semacam itu kan bagian dari proses pendewasaan kita semua. Kan juga gak lazim karena ini kan semua miliki negara,” kata Indra saat dikonfirmasi.

3. Sekjen DPR menilai ulah warganet tidak pada tempatnya

Sempat Diretas Hacker, Website DPR Kini Sudah Normal 

Menurut dia, candaan warganet tersebut sangat insituatif. Gedung DPR, kata Indra, merupakan aset yang diurus oleh Kementerian Keuangan, sehingga dirinya tidak mau mengomentari terkait adanya jual-beli Gedung DPR yang dilakukan warganet.

“Menurut saya kepolisian juga harus mengambil tindak tegas. Ini kan BMN (Barang Milik Negara) negara. Jadi joke-joke semacam itu saya kira tidak pada tempatnya,” ujarnya.

Comments are closed.